Sudahkah Pupuk Padi Sawah Anda Berimbang?

Pupuk merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting selain lahan, tenaga kerja dan modal. Pemupukan berimbang memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan hasil tanaman. Anjuran (rekomendasi) pemupukan harus dibuat lebih rasional dan berimbang berdasarkan kemampuan tanah menyediakan hara dan kebutuhan tanaman akan unsur hara, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan pupuk dan produksi tanpa merusak lingkungan akibat pemupukan yang berlebihan. Pemupukan berimbang adalah penyediaan semua kebutuhan zat hara yang cukup sehingga tanaman mencapai hasil dan kualitas yang tinggi yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu jenis dan dosis pupuk yang ditambahkan harus sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman.

Berikut tahapan pemupukan padi berimbang ala GROMAXX:
1. Berikan pupuk urea dengan dosis 200 kg/ha, NPK Phonska 300 kg/ha.
2. Berikan pupuk Phonska sebagian pada saat tanam, dan sisanya di pemupukan susulan ketiga pada umur 40-45 HST.
3. Untuk aplikasi pupuk urea, perhatikan pengaplikasiannya menggunakan BWD (Bagan Warna Daun) setiap 10 hari sekali.
4. Aplikasikan pupuk urea masing-masing 70 kg pada umur 7-10 HST, 70 kg pada umur 25-30 HST, dan 60 kg pada umur 40-45 HST.
5. Campurkan pupuk urea dengan GRO~MAXX Organic Boost dengan dosis 2 ml/1 kg urea. Dosis yang digunakan adalah 300 kg NPK, dan 200 kg urea yang dicampur dengan GRO~MAXX Organic Boost sebanyak 400 ml. GRO~MAXX Organic Boost adalah booster yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengefisiensikan penggunaan pupuk urea, serta untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Selain penggunaan pupuk di atas, sangat dianjurkan untuk menambahkan pemberian pupuk organik. Pupuk organik yang dianjurkan berupa pupuk kandang atau kompos jerami sebanyak 2 ton per hektar setiap musim.

Penggunaan pupuk organik ini dapat mengembalikan sifat-sifat tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan serta menggemburkan tanah yang telah padat karena efek penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia.