Hati-Hati, Hama Wereng Mengancam Padi Anda!

Tingginya kebutuhan padi dan beras di Indonesia harus diimbangi dengan produksi penanaman padi. Tetapi dalam usaha meningkatkan produksi padi pada kenyataannya banyak kendala yang dihadapi seperti berkurangnya lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi bangunan dan terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman. Tanaman padi yang terserang hama dan penyakit akan menyebabkan pengurangan produksi yang signifikan. Seperti contohnya serangan hama wereng batang coklat (WBC). Wereng batang coklat ini dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman padi dengan mengisap cairan pada batangnya. Daunnya akan menguning kemudian tanaman padi akan mengering dan berwarna kuning hingga kecoklatan.
Oleh karena itu, mari simak tips pengendalian hama wereng berikut yaa...


1. Penanaman varietas tahan WBC seperti Inpari-13
2. Penanaman serempak
3. Pergiliran tanaman
4. Pelepasan musuh alami seperti Lycosa (Anggang-anggang) dan Paederus
5. Dapat pula menggunakan agensia hayati yang berasal dari kelompok jamur, diantaranya adalah Beauveria bassiana, Metharizium, dan Hirsutella citriformis. Produk yang dapat digunakan adalah GRO~MAXX VARMAN sebanyak 2-5 g dilarutkan dalam 1 L air kemudian disemprotkan pada tanaman.
6. Pengendalian kimia dilakukan apabila cara-cara lain tidak mungkin lagi dan populasi WBC sudah berada diatas ambang ekonomi.
7. Ambang ekonomi yang telah ditetapkan adalah rata-rata 10 ekor per rumpun untuk tanaman padi kurang dari 40 hst, atau rata-rata 20 ekor per rumpun untuk tanaman padi lebih dari 40 hst.
8. Pestisida yang digunakan yaitu berbahan aktif buprofezin, BMPC, fipronil dan imidakloprid.